Kembali
Detail News

Sabtu Ceria Penuh Makna di Ponpes DIMSA: Santri Wujudkan Nilai Kebersamaan Lewat Kerja Bakti dan Menanam Sayuran

Admin • 2025-07-26

Bagikan ini
Facebook WhatsApp

Sragen, 26 Juli 2025 — Udara pagi yang sejuk di Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (DIMSA) menjadi saksi semangat para santri dalam mengawali hari dengan kegiatan Sabtu Ceria yang sarat akan nilai kebersamaan, kemandirian, dan kepedulian lingkungan.

Kegiatan dimulai dengan shalat Dhuha berjamaah di halaman utama pondok, menciptakan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan. Usai melaksanakan ibadah, seluruh santriwan dan santriwati dari jenjang SMP dan MA DIMSA, bersama para ustadz dan ustadzah, bergotong royong dalam kegiatan kerja bakti dan kebersihan lingkungan.

Para santri dibagi menjadi beberapa kelompok dan diarahkan ke berbagai lokasi, baik di dalam lingkungan pesantren maupun di sekitar wilayah pondok. Mulai dari membersihkan halaman, menata taman, hingga menyapu jalanan lingkungan sekitar — semua dilakukan dengan semangat dan antusias.

Tak hanya itu, Sabtu Ceria kali ini juga disemarakkan dengan kegiatan penanaman bibit sayuran di area kebun pesantren. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan jiwa cinta lingkungan sekaligus mengenalkan prinsip kemandirian pangan sejak dini kepada para santri.

Setelah kegiatan bersih-bersih dan penanaman usai, para santri melanjutkan aksi mulia mereka dengan membersihkan ruang kelas masing-masing, memastikan ruang belajar tetap rapi dan nyaman. Sebagai penutup kegiatan, seluruh santri menikmati makan bersama dengan penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

Kegiatan Sabtu Ceria merupakan salah satu agenda rutin Pondok Pesantren DIMSA yang dirancang untuk membentuk karakter santri yang tidak hanya unggul dalam aspek spiritual dan akademik, tetapi juga aktif, peduli lingkungan, dan mampu bekerja sama dalam kehidupan sosial.

“Kami ingin membiasakan santri untuk peduli dengan kebersihan dan lingkungan sekitarnya. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun kerja sama tim dan semangat gotong royong yang menjadi bagian dari nilai-nilai Islam,” tutur salah satu Ustadz pembina kegiatan.

Keterlibatan aktif seluruh santri dan tenaga pendidik ini menjadi bukti bahwa pendidikan di DIMSA tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui kegiatan nyata yang membentuk akhlak dan karakter santri secara menyeluruh.