Kembali
Detail News

Santri Dimsa Napak Tilas KH. Ahmad Dahlan & Siti Walidah di Yogyakarta

Admin • 2025-04-25

Bagikan ini
Facebook WhatsApp

Yogyakarta – Dalam upaya memperdalam pemahaman dan menginternalisasi nilai-nilai perjuangan tokoh pendiri Muhammadiyah, Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen menyelenggarakan kegiatan kunjungan studi bertema “Napak Tilas KH. Ahmad Dahlan & Siti Walidah: Menggali Inspirasi Perjuangan dan Keteladanan di Yogyakarta”, Jumat (25 April 2025).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pendidikan karakter dan ideologis santri, dengan menggali secara langsung nilai-nilai luhur dari Kiai Haji Ahmad Dahlan dan Nyai Hajah Siti Walidah (Nyai Ahmad Dahlan), sebagai tokoh utama dalam sejarah pergerakan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Dipandu oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ustadzah Indah Purnawati, S.Pd.I, rangkaian kegiatan dimulai dengan pemberangkatan dari pesantren menuju Stasiun Palur. Santri dan pendamping kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api menuju Stasiun Tugu Yogyakarta.

Setibanya di Yogyakarta, para peserta langsung menuju kawasan Kauman dan Masjid Gedhe Kauman, lokasi penting yang menjadi saksi bisu awal mula perjuangan KH. Ahmad Dahlan dalam membangun peradaban melalui gerakan tajdid (pembaharuan) Islam.

Setelah mengikuti sesi Napak Tilas di lingkungan Kauman, peserta melaksanakan sholat Jumat dan makan siang bersama. Acara dilanjutkan dengan Kuliah Umum bertajuk “Peran Pelajar Muhammadiyah di Zaman Modern” yang disampaikan oleh Ustadz Ridwan Furqoni, dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kuliah ini, peserta diajak untuk memahami peran strategis pelajar dalam meneruskan perjuangan dakwah dan pendidikan Islam modern yang telah diwariskan oleh para pendiri Muhammadiyah.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke kawasan Malioboro, sebagai bagian dari refleksi budaya dan semangat kebangsaan. Menjelang sore, rombongan kembali ke Stasiun Tugu untuk kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke Sragen melalui Stasiun Palur, dan tiba kembali di pesantren dengan selamat.

Melalui kegiatan ini, santri tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga menyerap langsung semangat perjuangan dan keteladanan para tokoh besar dalam sejarah Muhammadiyah. Diharapkan, kegiatan ini mampu menginspirasi generasi muda untuk terus melanjutkan estafet perjuangan dakwah, pendidikan, dan pengabdian kepada umat.