DIMSA-DARUL IHSAN MUHAMADIYAH SRAGEN
Kembali
Detail News

Tampil Memukau di Hadapan 13.000 Guru, Penampilan Angklung Santri SMP DIMSA Tuai Apresiasi

Admin • 2026-11-07

Bagikan ini
Facebook WhatsApp

SURAKARTA – Penampilan angklung santri SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (DIMSA) berhasil memukau sekitar 13.000 peserta Silaturahmi Akbar Guru Muhammadiyah se-Jawa Tengah di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (7/11/2026). Penampilan tersebut menjadi salah satu daya tarik dalam agenda silaturahmi akbar yang mempertemukan ribuan guru Muhammadiyah dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

1794035594_6aeecf8a83b5c.webp

Dengan mengenakan busana bernuansa marun, para santri putri SMP DIMSA tampil kompak memainkan alat musik angklung. Mereka mempersembahkan harmoni musik tradisional yang menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan kekompakan dalam mengolah seni musik tradisional Indonesia.

Penampilan ini sekaligus memperlihatkan bahwa santri pesantren memiliki potensi besar dalam bidang seni dan budaya. Bahkan, di hadapan ribuan pendidik Muhammadiyah, para santri mampu menunjukkan bahwa pendidikan pesantren dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kreativitas dan keterampilan nonakademik.

Pendidikan Pesantren Tidak Hanya tentang Ilmu Agama

Kepala SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen, Ustadz Wibowo Juli Saputro, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas penampilan para santri. Menurutnya, kesempatan tampil dalam forum berskala besar tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus ruang aktualisasi potensi santri.

1794035633_6aeecfb19f7d9.webp

"Saya sangat mengapresiasi para santri yang telah memberikan penampilan terbaiknya. Mereka mampu menunjukkan kemampuan, keberanian, dan kekompakan di hadapan ribuan guru Muhammadiyah se-Jawa Tengah," ujar Wibowo Juli Saputro.

Ia menegaskan bahwa pendidikan di Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen tidak hanya berfokus pada pembelajaran ilmu agama. Sebaliknya, DIMSA juga memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan berbagai potensi, baik akademik maupun nonakademik.

"Santri di Ponpes DIMSA tidak hanya belajar ilmu agama. Kami juga mendorong mereka untuk mengembangkan bakat dan minat, baik di bidang akademik, olahraga, keterampilan, maupun seni," tegasnya.

Mengembangkan Bakat, Membangun Kepercayaan Diri Santri

Lebih lanjut, Wibowo menjelaskan bahwa setiap santri memiliki potensi dan keistimewaan masing-masing. Karena itu, lembaga pendidikan perlu menghadirkan lingkungan yang mendukung agar setiap potensi dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Menurutnya, seni angklung menjadi salah satu bentuk kegiatan positif yang melatih banyak aspek sekaligus. Selain mengasah kreativitas dan kepekaan musikal, kegiatan ini juga membangun kedisiplinan, kerja sama tim, konsentrasi, serta kepercayaan diri santri.

"Setiap anak memiliki bakat yang perlu kita fasilitasi. Kami ingin santri DIMSA tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama dan berprestasi secara akademik, tetapi juga terampil, kreatif, serta percaya diri dalam menunjukkan kemampuannya," tambah Wibowo.

DIMSA, Ruang Tumbuh Generasi Berprestasi dan Terampil

Partisipasi santri SMP DIMSA dalam Silaturahmi Akbar Guru Muhammadiyah se-Jawa Tengah menjadi gambaran nyata pendekatan pendidikan yang menyeluruh di lingkungan pesantren. Santri mendapatkan kesempatan untuk belajar, berlatih, berkompetisi, sekaligus menampilkan kemampuan di ruang publik.

Selain itu, pengalaman tampil di hadapan sekitar 13.000 peserta menjadi momentum penting untuk membangun mentalitas dan keberanian santri. Mereka belajar bahwa prestasi tidak hanya diukur melalui capaian akademik, tetapi juga melalui kreativitas, keterampilan, karakter, dan kemampuan berkolaborasi.

Melalui kegiatan ini, Ponpes DIMSA kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang islami, berprestasi, dan terampil. Harapannya, para santri tumbuh menjadi generasi muslim yang berilmu, berkarakter, berwawasan luas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.