DIMSA-DARUL IHSAN MUHAMADIYAH SRAGEN
Kembali
Detail News

DIMSA Fantastic Show IX Angkat Kreativitas Santri, KH. Ali Rosyidhi Tekankan Kolaborasi dan Tanggung Jawab

Admin • 2026-10-11

Bagikan ini
Facebook WhatsApp

SRAGEN-Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (DIMSA) menggelar DIMSA Fantastic Show (DFS) Part IX pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026, di Alun-Alun Sasono Langen Putro, Sragen. Mengusung tema “The Radiance of Civilization”, kegiatan ini menjadi panggung kreativitas santri untuk menampilkan potensi seni sekaligus membangun karakter, kerja sama, dan tanggung jawab.

Direktur Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen, KH. Ali Rosyidhi, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa keberhasilan sebuah pertunjukan lahir dari kolaborasi seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, setiap santri memiliki peran penting dalam menyukseskan kegiatan, mulai dari proses persiapan hingga pelaksanaan acara.

“Melalui kegiatan seperti ini sesungguhnya ada kolaborasi yang apik yang nanti akan menghasilkan sebuah seni kebersamaan, berbagi peran, tanggung jawab di antara para santri, semua penting dan akan berpengaruh pada keberhasilan event pada malam hari ini,” ujar KH. Ali Rosyidhi, S.Pd., M.M.

DIMSA Fantastic Show merupakan pagelaran seni dan kreativitas santri yang menjadi bagian dari proses pendidikan di Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen. Melalui kegiatan ini, para santri memperoleh kesempatan untuk mengembangkan bakat sekaligus mengasah keterampilan di luar pembelajaran akademik.

Beragam bentuk pertunjukan menjadi bagian dari konsep DFS IX, mulai dari seni tari, musik, drama, paduan suara, nasyid, pantomim, hingga kolaborasi seni dan budaya. Seluruh penampilan dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang edukatif, menghibur, dan inspiratif bagi masyarakat.

Selain itu, persiapan pertunjukan melatih santri untuk bekerja dalam tim, mengelola kegiatan, dan menyelesaikan tanggung jawab sesuai peran masing-masing. Dengan demikian, DFS tidak hanya berorientasi pada hasil penampilan di atas panggung, tetapi juga pada proses pembentukan karakter.

Nilai kreativitas, kepercayaan diri, kerja sama, kepemimpinan, dan kontribusi menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Melalui pengalaman nyata, santri belajar bahwa keberhasilan bersama membutuhkan komitmen dan keterlibatan setiap individu.

Tema The Radiance of Civilization atau cahaya peradaban menjadi identitas DIMSA Fantastic Show IX tahun 2026. Tema tersebut mencerminkan semangat untuk menghadirkan generasi muda yang kreatif, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen mengembangkan pendidikan yang tidak hanya menekankan pencapaian akademik. Sebaliknya, pendidikan juga memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan potensi dalam bidang seni, olahraga, organisasi, kepemimpinan, dan keterampilan sosial.

Melalui panggung DFS, para santri belajar mengekspresikan gagasan, membangun keberanian tampil di hadapan publik, serta menghargai keragaman kemampuan. Proses tersebut sekaligus memperkuat nilai kebersamaan yang menjadi salah satu fondasi kehidupan di pesantren.

Kegiatan ini juga menghadirkan kesempatan bagi keluarga santri, warga Muhammadiyah, dan masyarakat Sragen untuk menyaksikan hasil proses pembinaan santri. Dengan begitu, masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa pendidikan pesantren memberikan ruang bagi tumbuhnya kreativitas dan potensi generasi muda.

Penyelenggaraan DIMSA Fantastic Show IX juga membuka peluang kerja sama dengan dunia usaha, perusahaan, komunitas, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pendidikan generasi muda.

Sebagai bentuk timbal balik, mitra memperoleh kesempatan promosi melalui media sosial, poster digital, backdrop, penyebutan oleh pembawa acara, serta dokumentasi sesuai ketentuan paket kerja sama. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempertemukan kepentingan publikasi mitra dengan dukungan nyata terhadap kegiatan pendidikan dan kreativitas santri.

DIMSA Fantastic Show IX menegaskan bahwa pendidikan merupakan proses menyeluruh yang mencakup pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan karakter. Melalui kegiatan seni, santri memperoleh pengalaman untuk menerapkan nilai kerja sama, disiplin, kepemimpinan, serta tanggung jawab.

Pesan KH. Ali Rosyidhi mengenai pentingnya kolaborasi menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya bergantung pada individu yang tampil di depan, tetapi juga pada seluruh pihak yang menjalankan perannya.

Melalui panggung kreativitas ini, pesantren terus mendorong santri agar mampu memadukan nilai keislaman dengan prestasi, kreativitas, dan keterampilan yang relevan dengan tantangan zaman.

Dengan tema The Radiance of Civilization, DIMSA Fantastic Show IX menjadi wujud upaya menghadirkan pendidikan yang inspiratif. Lebih dari sekadar pertunjukan seni, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bersama untuk menumbuhkan generasi muda yang berani berkarya, mampu bekerja sama, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat.