Kembali
Detail News

Mubaligh Hijrah Santri Ponpes Dimsa, Tebar Kepedulian Lewat Air Bersih dan Pasar Bahagia

Admin • 2026-08-30

Bagikan ini
Facebook WhatsApp

SRAGEN — Sebanyak 44 santri kelas Tahfidz Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (Dimsa) menggelar Mubaligh Hijrah sekaligus bakti sosial di Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Sabtu–Ahad, 29–30 Agustus 2026. Kegiatan yang melibatkan 22 santriwan dan 22 santriwati itu diwujudkan melalui pembagian sayuran gratis serta bantuan satu tangki air bersih bagi warga terdampak kekeringan.

Aksi sosial tersebut berlangsung di Masjid Al Hidayah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Srawung, Kecamatan Gesi. Selain memperkuat hafalan Al-Qur’an, para santri mendapat pengalaman langsung untuk membangun kepedulian terhadap kondisi masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan program Mabit Kelas Khusus Tahfidz bertema “Malam Bersama Al-Qur’an, Menguatkan Hafalan dan Iman.” Para santri mengikuti salat berjamaah, kajian motivasi, setoran hafalan, murajaah kelompok, sambung ayat, hingga berbagai permainan tahfidz.

Selanjutnya, para santri mengikuti qiyamul lail, salat Tahajud, tilawah Al-Qur’an, dan salat Subuh berjamaah. Setelah itu, mereka bersiap menjalankan agenda bakti sosial di tengah masyarakat.

Melalui program “Pasar Bahagia”, santri membagikan sayuran segar secara gratis kepada jamaah kajian Ahad pagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gesi. Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Salah seorang warga menyampaikan apresiasi atas kepedulian para santri. Bantuan tersebut dinilai menjadi bentuk nyata perhatian generasi muda terhadap kebutuhan masyarakat.

Kepedulian santri kemudian berlanjut melalui program “Santri Dimsa Peduli Kekeringan di Bumi Sukowati.” Para santri menyalurkan satu tangki air bersih ke Dusun Grengseng, RT 01, Desa Poleng, Kecamatan Gesi.

Bantuan itu menyasar warga yang menghadapi keterbatasan sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kehadiran armada air bersih dan aktivitas para santri juga menarik perhatian warga setempat.

Hartanto, salah seorang warga, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh para santri. Bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi warga yang terdampak kekeringan dengan minimnya sumber air untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Hartanto.

Menurutnya, bantuan air bersih tersebut tidak sekadar memenuhi kebutuhan sesaat. Kehadiran para santri juga memberikan semangat kepada masyarakat yang sedang menghadapi dampak kekeringan.

Pendamping program, Kristanto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi para santri. Menurutnya, pembelajaran di pesantren tidak berhenti pada penguasaan ilmu agama dan ilmu umum.

“Ini merupakan bentuk pendidikan langsung kepada santri. Santri tidak melulu hanya ngaji, belajar ilmu agama dan ilmu umum, namun ini merupakan pendidikan karakter yang langsung bisa dilakukan oleh santri berupa kepedulian kepada masyarakat,” ujar Kristanto.

Karena itu, Mubaligh Hijrah tidak hanya menjadi momentum memperkuat hafalan dan keimanan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi santri untuk belajar berbagi, melayani, dan hadir di tengah persoalan masyarakat.

Melalui bakti sosial air bersih dan Pasar Bahagia, Santri Ponpes Dimsa menunjukkan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an dapat diterjemahkan dalam aksi nyata. Dari masjid, para santri bergerak menyapa masyarakat dan menebarkan manfaat bagi sesama.