Kembali
Detail News

Semarak HUT RI ke-81 di Ponpes DIMSA: Satu Santri, Satu Karya, Satu Pesan untuk Bumi

Admin • 2026-08-17

Bagikan ini
Facebook WhatsApp

SRAGEN - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (Ponpes DIMSA) tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Momentum kemerdekaan dimanfaatkan sebagai ruang edukasi untuk mengembangkan potensi, kreativitas, karakter, dan kepedulian lingkungan para santri.

Semarak kemerdekaan yang digelar di GOR Diponegoro Sragen tersebut diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada setiap santri mengekspresikan potensi dan kreativitasnya melalui karya. Salah satu pesan utama yang diusung adalah “Satu Santri, Satu Karya, Satu Pesan untuk Bumi.”

Kepala SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (SMP DIMSA) Ustadz Wibowo Juli Saputro, M.Pd menjelaskan bahwa kegiatan peringatan HUT RI ke-81 menjadi bagian dari upaya sekolah membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan santri.

Menurutnya, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan dalam bentuk keberanian untuk berkarya, mengembangkan potensi, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.

“Kegiatan Semarak HUT RI ke-81 ini menjadi momentum untuk melejitkan potensi santri di bidang masing-masing. Kami ingin setiap santri memiliki ruang untuk berkarya sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.


Arah pengembangan SMP DIMSA tidak terlepas dari visi untuk membentuk kader Muhammadiyah yang Islami, berprestasi, dan terampil.

Visi tersebut diterjemahkan melalui berbagai program pendidikan yang memberikan ruang kepada santri untuk berkembang sesuai dengan minat, bakat, dan potensinya. Sekolah tidak hanya mempersiapkan santri untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan keagamaan, teknologi, bahasa, keterampilan, dan prestasi.

Salah satu program unggulan yang dikembangkan adalah International Qur'anic Class Program (IQCP). Program ini dirancang untuk melahirkan santri penghafal Al-Qur'an hingga 30 juz sekaligus memiliki kemampuan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Selain IQCP, SMP DIMSA memiliki Kelas Cyber yang secara khusus memberikan ruang pengembangan bakat santri di bidang teknologi. Santri diarahkan untuk mengenal dan mengembangkan kemampuan informatika, coding, hingga robotika sebagai bagian dari pembekalan keterampilan menghadapi perkembangan teknologi masa depan.

Sementara itu, Kelas Unggulan menjadi wadah pengembangan potensi akademik maupun non-akademik. Melalui kelas ini, santri mendapatkan pembinaan sesuai dengan bidang bakatnya sehingga mampu berkompetisi dan menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional, termasuk dalam bidang olahraga.


Pengembangan potensi santri tersebut telah memberikan sejumlah capaian bagi SMP DIMSA.

Sekolah tercatat sebagai salah satu sekolah unggul Muhammadiyah di Jawa Tengah. Dalam capaian akademik, SMP DIMSA berhasil meraih peringkat ketiga nilai TKA tingkat Kabupaten Sragen.

Di bidang lingkungan, sekolah juga mengembangkan konsep Circular School, sebuah pendekatan yang mendorong pengelolaan sampah dan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari budaya sekolah.

Selain itu, berbagai prestasi peserta didik telah masuk dalam kategori prestasi yang terkurasi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). SMP DIMSA juga menjadi bagian dari Program Sekolah Penggerak, yang memperkuat komitmen sekolah dalam melakukan transformasi dan peningkatan kualitas pendidikan.

Berbagai capaian tersebut menjadi indikator bahwa pengembangan sekolah dilakukan secara komprehensif, tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, keterampilan, kreativitas, kepedulian lingkungan, dan kesiapan santri menghadapi tantangan masa depan.


Pengembangan karakter menjadi salah satu fondasi penting dalam pendidikan di Ponpes DIMSA. Sekolah mengintegrasikan pembiasaan 10 Golden Habits dalam kehidupan santri sebagai bagian dari penguatan karakter dan nilai-nilai keislaman.

Pembiasaan tersebut diarahkan untuk membentuk santri yang memiliki akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, serta kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan karakter juga diperkuat melalui penciptaan budaya sekolah yang ramah anak dan anti-bullying. Lingkungan pendidikan dibangun agar setiap santri merasa aman, nyaman, dihargai, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.


Di balik berbagai program dan capaian tersebut, peran guru dan tenaga kependidikan menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Seluruh guru dan tenaga kependidikan didorong untuk memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi santri, baik dalam bidang akademik, keagamaan, teknologi, olahraga, seni, maupun bidang-bidang lainnya.

Kolaborasi seluruh unsur sekolah menjadi modal penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang mampu mengantarkan santri meraih prestasi sekaligus tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter kuat.

Semarak HUT RI ke-81 di Ponpes DIMSA juga membawa pesan penting tentang hubungan antara kemerdekaan dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Melalui kegiatan kreatif, para santri diajak untuk “melukis kemerdekaan dengan menjaga lingkungan.” Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi santri untuk menuangkan gagasan dan kreativitas sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga bumi.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan dengan komitmen Ponpes DIMSA dalam mengembangkan budaya sekolah yang peduli terhadap lingkungan melalui konsep Circular School.

Dengan demikian, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa sejarah yang diperingati setiap tahun, tetapi juga sebagai kesempatan bagi generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.

Satu Santri, Satu Karya, Satu Pesan untuk Bumi

Melalui rangkaian kegiatan Semarak HUT RI ke-81, Ponpes DIMSA ingin menegaskan bahwa setiap santri memiliki potensi yang layak untuk dikembangkan.

Ada santri yang unggul dalam Al-Qur'an, bahasa, akademik, teknologi, olahraga, seni, maupun bidang lainnya. Semua potensi tersebut mendapatkan ruang untuk tumbuh dan berkembang dalam ekosistem pendidikan yang mendukung.

Semangat tersebut kemudian dirangkum dalam pesan “Satu Santri, Satu Karya, Satu Pesan untuk Bumi.”

Pesan ini menjadi refleksi bahwa setiap santri dapat berkontribusi melalui karya. Sebab, mengisi kemerdekaan tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Ia dapat dimulai dari kemampuan untuk mengenali potensi diri, berani berkarya, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Bagi Ponpes DIMSA, semangat kemerdekaan pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga mempersiapkan generasi masa depan yang Islami, berprestasi, terampil, kreatif, peduli lingkungan, dan siap menjadi kader Muhammadiyah serta pemimpin masa depan Indonesia.