Kembali
Detail News

218 Santri Baru Dimsa Resmi Jalani Khutbah Iftitah, Awali Perjalanan Menjadi Generasi Berilmu dan Berakhlak

Admin • 2026-07-13

Bagikan ini
Facebook WhatsApp

SRAGEN - Sebanyak 218 santri baru Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah (Dimsa) Sragen resmi mengikuti Khutbah Iftitah sebagai pembuka tahun ajaran 2026/2027, Ahad (12/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum awal pembentukan karakter, penguatan spiritual, sekaligus peneguhan komitmen para santri untuk menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.

Ratusan santri yang terdiri atas 163 santri SMP dan 55 santri MA mengikuti prosesi bersama orang tua, pimpinan pesantren, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen, serta dewan asatidzah. Dalam kegiatan tersebut, seluruh pihak menekankan pentingnya niat yang lurus, kemandirian, dan sinergi antara pesantren dengan wali santri demi mencetak generasi Islam yang unggul.

Kepala SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen, Ustadz Wibowo Juli Saputro, M.Pd, mengatakan hari pertama di pesantren bukan sekadar awal masuk sekolah, melainkan langkah besar menuju pribadi yang lebih dekat kepada Allah, berilmu, dan mandiri.

"Hari ini bukan sekadar hari pertama masuk pesantren, tetapi merupakan awal perjalanan besar untuk menjadi pribadi yang lebih dekat dengan Allah, lebih berilmu, lebih mandiri, dan bermanfaat bagi umat," ujar Wibowo.

Ia juga mengingatkan para santri agar siap beradaptasi dengan kehidupan pesantren yang menuntut kemandirian dalam berbagai aktivitas sehari-hari. "Kalian hadir di pondok bukan untuk menjadi orang-orang yang biasa saja. Kalian harus lebih aktif dan lebih mandiri," tegasnya.

Sementara itu, Ketua PDM Kabupaten Sragen, Ustadz Sutarno, S.Th.I., M.H.I, menegaskan bahwa keputusan menempuh pendidikan di pesantren merupakan pilihan tepat untuk membentuk karakter, tanggung jawab, serta akhlak mulia."Di pondok ini yang pertama harus ditanamkan adalah niat lillahi ta'ala. Ketika niatnya benar karena Allah, maka seluruh aktivitas belajar hingga pengabdian akan bernilai ibadah," ujarnya.

Ia juga mengingatkan para wali santri agar mengikhlaskan putra-putrinya selama menempuh pendidikan di pesantren."Orang tua yang ikhlas akan membuat anak belajar dengan tenang. Insyaallah pondok akan memberikan yang terbaik bagi putra-putri Bapak Ibu," katanya.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan wali santri, Marsono, secara simbolis menyerahkan amanah pendidikan kepada pihak pesantren. Ia mengaku memilih Darul Ihsan Muhammadiyah karena telah melihat langsung hasil pembinaan terhadap anak-anaknya."Kami menitipkan putra-putri kami karena yakin Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah telah terbukti mampu mendidik mereka menjadi lebih baik," ungkap Marsono.

Direktur Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen, KH Ali Rosyidhi, S.Pd., M.M, menerima amanah tersebut dan menegaskan komitmen pesantren dalam membina generasi berkarakter, berprestasi, serta siap menjadi kader Muhammadiyah."Untuk mendidik anak agar menjadi sukses harus ada kerja sama antara pesantren dengan wali santri. Orang tua sudah siap, anak-anak sudah siap, asatidz juga siap. Mari kita berkolaborasi mendampingi mereka menjadi generasi terbaik," tutur KH Ali Rosyidhi.

Selain pembinaan keagamaan, pesantren juga akan membekali santri dengan berbagai keterampilan kepemimpinan, seperti pidato, organisasi, Tapak Suci, serta penguatan karakter sebagai kader persyarikatan.

Melalui Khutbah Iftitah ini, Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen berharap seluruh santri baru mampu beradaptasi dengan cepat, tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berprestasi, serta menjadi generasi qurrata a'yun yang membanggakan keluarga, agama, dan bangsa.