Kembali
Detail News

Rapat Kerja Pimpinan DIMSA Mantapkan Strategi Pengembangan Pesantren Menuju Tahun Ajaran 2026/2027

Admin • 2026-07-01

Bagikan ini
Facebook WhatsApp

Tawangmangu - Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (DIMSA) menggelar Rapat Kerja (Raker) Pimpinan Tahun Ajaran 2026/2027 selama tiga hari, mulai 29 Juni hingga 1 Juli 2026 di Tawangmangu, Karanganyar. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyusun arah kebijakan, mengevaluasi capaian program, sekaligus merumuskan langkah-langkah pengembangan pesantren untuk satu tahun ke depan dan sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang lembaga.


Raker diikuti oleh Direktur Pondok Pesantren, Wakil Direktur, Kepala SMP dan MA DIMSA, para Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Kesiswaan, Humas, Sarana dan Prasarana, Bendahara, Kepala Tata Usaha, serta Bagian Personalia Pesantren. Seluruh peserta terlibat aktif dalam penyusunan program kerja yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan pesantren.


Kegiatan dibuka dengan sambutan Direktur Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen, KH. Ali Rosyidhi, S.Pd., M.M. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa rapat kerja bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan fondasi penting dalam menentukan arah kebijakan pesantren.
"Rapat kerja ini menjadi pijakan kita untuk satu tahun ke depan sekaligus menyusun rencana pengembangan jangka panjang pesantren. Seluruh program yang dirancang harus mampu menjawab tantangan zaman dan memperkuat kualitas layanan pendidikan," ungkapnya.
Beliau menekankan pentingnya memastikan kecukupan sumber daya manusia (SDM) yang memenuhi kualifikasi, didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai agar visi pesantren dapat tercapai secara optimal.
Selain itu, Direktur juga mengajak seluruh pimpinan untuk mulai memikirkan penguatan kemandirian ekonomi pesantren.
"Sudah saatnya pembiayaan pesantren tidak hanya bertumpu pada syahriah santri. Potensi badan usaha milik pesantren dan pengelolaan dana ZIS perlu dikembangkan sebagai penopang keberlanjutan pesantren," jelasnya.


Dalam bidang akademik dan kepesantrenan, KH. Ali Rosyidhi juga mendorong adanya pemetaan kurikulum yang lebih terarah, termasuk pembentukan tim khusus yang serius menangani pembinaan prestasi melalui program Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Menurutnya, peningkatan kualitas SDM perlu diiringi dengan berbagai pelatihan yang berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga oleh pendekatan yang menyentuh hati.
"Ada komponen rasa yang tidak boleh dilupakan. Sentuhan hati akan memudahkan kita dalam menggerakkan seluruh SDM. Kepala sekolah sebagai komandan harus mampu menebarkan energi positif kepada seluruh stakeholder pesantren."
Selain penguatan akademik, beliau juga menekankan pentingnya pendidikan kewirausahaan (entrepreneurship) sebagai bekal santri menghadapi kehidupan di masa depan.


Pada sesi berikutnya, Wakil Direktur Bidang Pendidikan sekaligus Kepala SMP DIMSA, Ustadz Wibowo Juli Saputro, M.Pd., memaparkan evaluasi pelaksanaan program tahun sebelumnya. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pimpinan atas sinergi yang telah terbangun serta memohon maaf apabila selama masa kepemimpinannya masih terdapat berbagai kekurangan.
Beliau mengutip hasil penelitian Mac Levin mengenai loyalitas pendukung Manchester United yang menggambarkan bahwa kekompakan tim merupakan faktor utama dalam membangun organisasi yang kuat.
"Dengan kekompakan, kita mampu membawa pesantren menjadi lembaga pendidikan yang semakin maju. Karena itu evaluasi terhadap goal pesantren dan keseimbangan manajemen, terutama dalam perencanaan anggaran dan belanja sekolah, menjadi hal yang sangat penting," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Madrasah Aliyah DIMSA, Ustadz Fuad Ibrahim, S.M., menyoroti pentingnya pelayanan kepada setiap santri sebagai aset utama pesantren.
"Setiap santri yang dititipkan kepada kita adalah kekuatan pesantren. Mereka harus mendapatkan perhatian sesuai bakat dan minatnya sehingga mampu menjadi duta terbaik Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen di tengah masyarakat," katanya.
Beliau juga menekankan pentingnya membangun ikatan yang kuat dengan para alumni sebagai mitra strategis dalam pengembangan pesantren di masa mendatang. Menurutnya, alumni dapat menjadi agen publikasi sekaligus representasi keberhasilan pendidikan DIMSA.
Dalam pemaparannya, Ustadz Fuad turut menyampaikan evaluasi capaian prestasi MA DIMSA selama satu tahun terakhir serta pentingnya pembentukan karakter unggul santri yang berlandaskan nilai disiplin, kepedulian, dan semangat belajar.


Selama tiga hari pelaksanaan rapat kerja, peserta membahas berbagai agenda strategis, di antaranya penyempurnaan aturan kepegawaian yang profesional, tata tertib santri, penetapan target (goal) sekolah, penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), penguatan kurikulum akademik dan kepesantrenan, peningkatan kualitas SDM, pengembangan sarana prasarana, hingga strategi peningkatan prestasi santri.
Suasana diskusi berlangsung dinamis. Seluruh peserta diberi kesempatan menyampaikan gagasan, masukan, serta solusi demi kemajuan Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen.
Rapat kerja resmi ditutup oleh Direktur Pondok Pesantren dengan harapan seluruh keputusan yang telah disepakati dapat diwujudkan secara konsisten melalui kerja sama, komitmen, dan semangat melayani.

Melalui Rapat Kerja Pimpinan Tahun Ajaran 2026/2027 ini, Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan Islam yang unggul, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu mencetak generasi Islami, Berprestasi, dan Terampil sebagai wujud nyata jargon "DIMSA, The Future Leaders School."