Kembali
Detail News

Akhirussanah Ponpes Dimsa 2026 Lepas Santri SMP dan MA, Tokoh Muhammadiyah Tekankan Karakter hingga Daya Saing Global

Admin • 2026-05-24

Bagikan ini
Facebook WhatsApp

SURAKARTA - Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti pelaksanaan Akhirussanah Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah (Dimsa) Sragen Angkatan 23 SMP dan Angkatan 2 MA yang digelar di The Sunan Hotel Solo, Sabtu (23/5/2026). Ratusan wali santri, pimpinan Muhammadiyah, tokoh pendidikan, dan tamu undangan memadati ruang utama acara untuk menyaksikan prosesi wisuda dan pelepasan santri.
Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat sejak pembukaan hingga penutupan. Prosesi wisuda, penghargaan santri berprestasi, orasi ilmiah, hingga pesan tokoh Muhammadiyah menjadi momentum penting yang menandai akhir perjalanan belajar sekaligus awal langkah baru para santri. Aula dipenuhi wali santri dari berbagai daerah. Sementara itu, para lulusan SMP dan MA tampil mengenakan atribut wisuda dan selempang prestasi dalam sesi prosesi serta foto bersama.

Ustadz Wibowo: Jaga Nama Baik Almamater
Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Wakil Direktur I Bidang Pendidikan Ponpes Dimsa, Ustadz Wibowo Juli Saputro, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh wali santri atas kepercayaan yang diberikan kepada Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pendidikan masih terdapat kekurangan dalam mendampingi para santri.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh wali santri yang telah mempercayakan putra-putrinya menempuh pendidikan di Ponpes Dimsa,” ujar Ustadz Wibowo.
Selain itu, ia berpesan agar para lulusan terus menjaga nama baik almamater setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kami memohon maaf apabila selama mendampingi santri masih terdapat banyak kekurangan,” lanjutnya.

Ketua PDM Sragen Tekankan Pentingnya Karakter
Selanjutnya, Ketua PDM Sragen yang diwakili Ustadz Agus Ulinuha, Ph.D., menyampaikan pesan mendalam melalui kisah Nabi Yusuf AS. Menurutnya, kecerdasan dan ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan karakter yang kuat.
Ia menegaskan bahwa kemampuan menjaga diri dan akhlak sering kali lebih menentukan masa depan seseorang dibanding sekadar kemampuan akademik.
“Apa yang telah diperoleh dari pesantren dari Ustadz-Ustadzah jadikan bekal untuk masa depan,” kata Ustadz Agus Ulinuha.
Ia menambahkan bahwa para santri mungkin belum sepenuhnya merasakan manfaat pendidikan pesantren saat ini. Namun, nilainya akan semakin terasa seiring bertambahnya pengalaman hidup.
“Sepuluh atau lima belas tahun yang akan datang, kalian akan merasakan betapa berharganya pengalaman di pesantren ini,” ujarnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dorong Santri Tembus Dunia
Momentum Akhirussanah semakin kuat dengan hadirnya Pimpinan Pusat Muhammadiyah KH Muhammad Sofyan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan pesantren merupakan investasi jangka panjang bagi kehidupan dunia dan akhirat.
Ia juga mengajak santri agar memiliki keberanian menembus persaingan global melalui penguasaan ilmu dan bahasa asing.
“Sepuluh tahun ke depan Anda akan merasakan betapa pesantren ini merupakan pilihan yang berat, namun tepat untuk bekal hidup di dunia dan akhirat,” ungkap KH Muhammad Sofyan.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa santri daerah memiliki peluang yang sama untuk meraih prestasi dunia.
“Dari Sragen bisa menembus dunia, kuasai bahasa asing dengan baik,” tegasnya.

Prof. Ikhwan Susila: Santri Perlu Tajamkan Talenta dan Kuasai Keterampilan Masa Depan
Setelah rangkaian sambutan, panitia menghadirkan orasi ilmiah dari Prof. Ikhwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Pengembangan Talenta Inovasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Dalam orasi bertajuk “Sharpening Your Edge: Improving Talent for Future Career”, Prof. Ihwan menekankan bahwa generasi masa depan membutuhkan kombinasi karakter, kompetensi, dan kemampuan beradaptasi. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan tren Future of Jobs Survey 2024 dari World Economic Forum, keterampilan yang akan sangat dibutuhkan pada tahun 2025-2030 meliputi kemampuan berpikir analitis, kreativitas, kepemimpinan, motivasi diri, ketahanan, serta literasi teknologi. 
 

Selain itu, ia menegaskan bahwa santri tidak cukup hanya menguasai hard skill. Mereka juga harus memperkuat soft skill melalui pola pikir bertumbuh (growth mindset), kemampuan bekerja sama, empati, dan daya tahan menghadapi tantangan. Dalam materinya, Prof. Ikhwan juga mengaitkan pengembangan potensi manusia dengan nilai Al-Qur'an.
“Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,” demikian kutipan QS At-Tiin ayat 4 yang menjadi salah satu landasan materi orasi ilmiah.

Wisuda dan Penghargaan Santri Tutup Rangkaian Acara
Setelah orasi ilmiah, acara berlanjut dengan prosesi wisuda, sesi penghargaan santri berprestasi, serta dokumentasi bersama seluruh lulusan SMP dan MA Dimsa.
Momen tersebut menjadi puncak rasa syukur sekaligus kebanggaan bagi para santri dan orang tua. Suasana haru juga terlihat saat para santri menerima penghargaan dan berdiri bersama guru serta pimpinan pondok di atas panggung.
Akhirussanah Ponpes Dimsa tahun ini tidak sekadar menjadi agenda pelepasan santri. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menegaskan komitmen pesantren dalam melahirkan generasi Muhammadiyah yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam karakter, dan siap membawa manfaat bagi umat serta bangsa.