Kembali
Detail News

MA Dimsa Gelar Baitul Arqam Purna 2026, Bekali Santri Jadi Pemimpin Berkarakter dan Penggerak Kebaikan

Admin • 2026-05-21

Bagikan ini
Facebook WhatsApp

SRAGEN - MA Darul Ihsan Muhammadiyah (Dimsa) Sragen menggelar kegiatan Baitul Arqam Purna Kelas XII pada 19-21 Mei 2026 di Ruang Meeting Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen. Kegiatan pembinaan kader Muhammadiyah tersebut diikuti 45 santri kelas XII yang terdiri dari 25 santriwan dan 20 santriwati.
Mengusung tema “Lentera Santri: Pemimpin Berkarakter, Penggerak Kebaikan”, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembekalan akhir santri sebelum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan kehidupan bermasyarakat.
Ustadz Ahmad Ghozali menegaskan bahwa Baitul Arqam Purna tidak sekadar agenda seremonial, tetapi juga wadah penguatan karakter dan ideologi kader Muhammadiyah.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah membentuk karakter siswa yang berakidah lurus dan berakhlak mulia,” ujar Ustadz Ahmad Ghozali.
Selain itu, panitia juga menanamkan nilai kepemimpinan dan semangat perjuangan kepada seluruh peserta. Pembinaan tersebut dinilai penting karena santri kelas XII akan menghadapi lingkungan baru dan tantangan sosial yang lebih luas setelah lulus dari MA Dimsa.
“Menanamkan semangat kaderisasi Muhammadiyah menjadi salah satu tujuan utama dalam kegiatan ini,” lanjutnya.


Hadirkan Materi Kepemimpinan dan Penguatan Aqidah
Rangkaian kegiatan Baitul Arqam Purna MA Dimsa 2026 diawali dengan pembukaan oleh Ustadz Fuad Ibrahim, S.M., pada Selasa malam. Acara kemudian dilanjutkan dengan materi bertajuk “Menjadi Kader Muhammadiyah Sejati” yang disampaikan Ustadz Dodok Sartono, S.E., M.M. 
Pada hari kedua, peserta mengikuti sejumlah materi strategis yang berfokus pada penguatan kepemimpinan, akademik, dan spiritualitas. Salah satunya materi “Leadership in Action: Menjadi Influencer Kebaikan Menebar Kemanfaatan” yang disampaikan Ustadz Fuad Ibrahim, S.M. Selain itu, panitia menghadirkan materi “Sukses di Perguruan Tinggi” bersama Ustadz Hanan Fuady, S.Pd. Materi tersebut membekali santri agar siap menghadapi dunia perkuliahan dan persaingan global.  Kemudian, Ustadz Ahmad Ghozali, S.Pd., menyampaikan materi bertema “Menjadi Santri Sepanjang Hayat: Membawa Cahaya Pesantren ke Penjuru Dunia”. Materi itu menekankan pentingnya menjaga identitas santri dan nilai-nilai Islam di mana pun berada.  “Santri dibekali agar siap menghadapi masa depan dengan prestasi dan berkontribusi bagi masyarakat khususnya Persyarikatan Muhammadiyah,” kata Ustadz Ahmad Ghozali.

Tidak hanya fokus pada materi kelas, panitia juga mengemas kegiatan dengan agenda ruhiyah dan kebersamaan. Peserta mengikuti qiyamul lail, sholat subuh berjamaah, tadarus, senam, hingga outbound di Alun-alun Sragen pada Kamis pagi. 
Selain itu, alumni MA Dimsa turut hadir dalam sesi sharing alumni dan ice breaking. Kehadiran alumni diharapkan mampu memberi motivasi serta gambaran nyata tentang dunia kampus dan pengabdian di masyarakat.
Menurut panitia, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah antar-santri kelas XII sebelum meninggalkan bangku madrasah.
“Mempererat ukhuwah antar siswa kelas 12 juga menjadi bagian penting dalam Baitul Arqam Purna ini,” tutur Ustadz Ahmad Ghozali. Melalui kegiatan tersebut, MA Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen berharap mampu melahirkan generasi muda Muhammadiyah yang kokoh dalam aqidah, unggul dalam prestasi, serta siap menjadi penggerak kebaikan di tengah masyarakat.