Kembali
Detail News

Cetak Sejarah! Ponpes DIMSA Sragen Jadi Pemenang The 1st Muhammadiyah Game Surakarta-Yogyakarta

Admin • 2026-05-18

Bagikan ini
Facebook WhatsApp

Sragen - Kontingen Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (DIMSA) sukses mengukir sejarah baru setelah berhasil memborong rentetan medali emas, perak, dan perunggu dalam ajang bergengsi nasional, The 1st Muhammadiyah Games 2026, yang digelar di Surakarta dan Yogyakarta pada 15-20 Mei 2026.

Ajang perdana yang mempertemukan ribuan atlet Muhammadiyah se-Indonesia ini menjadi panggung pembuktian bagi kontingen Sragen Muhammadiyah Games. Meskipun baru pertama kali digelar, kompetisi ini menyajikan persaingan yang sangat ketat pada semua cabang olahraga.

Oleh karena itu, raihan medali ini menempatkan nama Ponpes DIMSA Sragen dalam sejarah Muhammadiyah Games sebagai salah satu pionir prestasi. Keberhasilan tersebut sekaligus mengukuhkan dominasi tim olahraga asal Sragen di tingkat nasional.

Dalam pertandingan yang berlangsung selama lima hari tersebut, atlet-atlet DIMSA sukses menguasai kategori Horsebow dan Barebow. Fandy Fauzianovendra tampil gemilang dengan menyabet medali emas dan perak pada kategori Horsebow SMP Putra 15 meter.

Selanjutnya, prestasi serupa juga diraih oleh Farras Naufal Musyaffa pada kategori Horsebow SMA Putra 20 meter. Farras sukses membawa pulang medali emas dan perak setelah menyisihkan puluhan rival beratnya.

Selain itu, kontingen panahan putri tidak mau kalah dalam menyumbang prestasi. Zirly Adzakiyyah Jihan Nafisah berhasil merebut medali perak pada kategori Barebow SMA Putri 20 meter. Kemudian, Noor Muhammad Bari Fayyaz menggenapi kesuksesan tim dengan meraih medali perak pada nomor eliminasi jarak 20 meter.

Tidak hanya di lini panahan, gemuruh prestasi kontingen DIMSA juga pecah di gelanggang beladiri Tapak Suci. Para pendekar muda dari bumi Sukowati sukses menunjukkan taji mereka di hadapan ratusan pesilat tangguh dari berbagai daerah di Indonesia.

Gelar prestisius dipersembahkan oleh Fadhilla Akbar Denastyo H yang sukses merebut medali emas pada kategori Tanding Kelas H Putra Pra-remaja. Langkah gemilang ini membuktikan bahwa kualitas teknik dan fisik santri DIMSA berada di level tertinggi nasional.

Sementara itu, pada kategori Tanding Kelas J Putri  Pra-remaja, Khansa Hafidzatuzzahra tampil spartan hingga berhasil mengamankan medali perak. Melengkapi dominasi pesilat pesantren, Abid Aqila Pranaja turut menyumbangkan medali perunggu pada kategori Kelas E Putra Pra-remaja.

Keberhasilan luar biasa para santri di dua cabang olahraga ini tentu tidak terjadi secara instan. Sebaliknya, para atlet telah menjalani program latihan intensif dan pembinaan disiplin yang sangat ketat sebelum berangkat ke Surakarta.

Di samping itu, kehadiran para pelatih bertangan dingin menjadi kunci utama penguat mental bertanding para santri. Untuk cabang panahan, pembinaan intensif berada di bawah arahan langsung Ustadz David Suparin Rino. Sementara itu, Ustadz Azhar Hasyim memimpin pembinaan untuk cabang Tapak Suci.

"Keduanya dinilai berhasil membangun mental bertanding, disiplin latihan, serta kekompakan tim selama persiapan hingga pelaksanaan pertandingan," ujar Muh Fakhrudin selaku Penanggungjawab prestasi di Ponpes Dimsa.

Melalui pencapaian ini, Lembaga Pengembangan Olahraga Pimpinan Pusat Muhammadiyah sukses menggelar wadah kompetisi yang inklusif. Di masa depan, ajang ini diharapkan terus melahirkan atlet-atlet berprestasi dari rahim pesantren.

Sebagai penutup, Kepala SMP Dimsa, Ustadz Wibowo Juli Saputro menegaskan bahwa prestasi ini akan menjadi bahan evaluasi dan motivasi jangka panjang. Lembaga pendidikan Islam ini berkomitmen untuk terus memfasilitasi minat dan bakat para santri secara seimbang.

"Kami berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk terus berkembang, tidak hanya dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga olahraga dan pengembangan bakat," tegas Ustadz Wibowo dalam pernyataan resminya.