Kembali
Detail News

Mengintip Syarat Kelulusan SMP 2026 di SMP DIMSA, Ada Nilai Karakter dan Kepondokan

Admin • 2026-05-09

Bagikan ini
Facebook WhatsApp

SRAGEN – SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (DIMSA) mengedepankan penilaian karakter dan nilai mapel kepondokan dalam menentukan masa depan pendidikan 156 santrinya pada tahun ajaran 2025/2026. Skema ini melengkapi hasil Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) yang baru saja rampung dilaksanakan dengan tertib dan jujur.

Asesmen yang berlangsung sejak 29 April hingga 9 Mei 2026 ini menjadi tolok ukur krusial bagi 156 santri kelas IX. Namun, nilai ujian bukan satu-satunya penentu. Pihak sekolah menerapkan skema akumulasi nilai rapor semester 1 sampai 5 untuk melihat konsistensi belajar santri secara jangka panjang.

Ketua Panitia ASAJ, Syamsudin Nasir, S.Pd., menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan secara objektif dan jujur. Oleh karena itu, panitia menerapkan sistem pengawasan ketat dengan melibatkan dua pengawas di setiap ruang ujian guna menjaga validitas hasil.

Berbeda dengan sekolah umum, SMP DIMSA memasukkan nilai mapel kepondokan sebagai komponen syarat kelulusan SMP 2026. Standar ini bertujuan untuk memastikan kompetensi lulusan SMP tidak hanya unggul pada sisi akademis, tetapi juga kuat secara spiritual.

"Hasil ASAJ nantinya akan diolah bersama nilai rapor semester 1 hingga 5, nilai mapel kepondokan serta nilai karakter sebagai dasar penentuan kelulusan santri," jelas Syamsudin Nasir saat ditemui pada Jumat (8/5/2026).

Selain aspek kognitif, sekolah juga memantau perkembangan perilaku santri selama tiga tahun masa pendidikan. Penilaian karakter ini menjadi pilar penting yang melengkapi portofolio kelulusan setiap individu agar selaras dengan profil pelajar Muhammadiyah.

Kepala SMP DIMSA, Ustadz Wibowo Juli Saputro, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak selama 10 hari pelaksanaan ujian. Menurutnya, kelancaran asesmen berbasis kertas ini mencerminkan kesiapan mental para santri dalam menghadapi tantangan akademik.

“Semoga hasil yang diperoleh dapat menjadi gambaran nyata kompetensi lulusan SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen serta menjadi bekal bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” ungkap Wibowo Juli Saputro.

Usai seluruh rangkaian ujian selesai, panitia segera melakukan pemindaian dan koreksi oleh guru mata pelajaran. Proses ini berjalan cepat agar pengolahan data nilai akhir dapat segera dilakukan sesuai prosedur operasional standar (POS) yang berlaku di sekolah.