Kembali
Detail News

Beasiswa Pengabdian Muhammadiyah ke Al-Azhar Mesir 2026 Dibuka, Cek Syaratnya!

Admin • 2026-05-06

Bagikan ini
Facebook WhatsApp

JAKARTA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi membuka pendaftaran beasiswa S1 ke Universitas Al-Azhar Kairo mulai 6 hingga 12 Mei 2026 bagi kader yang siap mengabdi di pondok pesantren pasca kelulusan.

Program beasiswa angkatan ketiga ini merupakan tindak lanjut konkret dari hasil kunjungan Grand Syaikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad At-Tayyib, ke Kantor PP Muhammadiyah pada Juli 2024 lalu. Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen pemberian kuota khusus bagi seluruh kader Persyarikatan di pelosok negeri guna memperkuat kualitas SDM. Oleh karena itu, para penerima manfaat memiliki tanggung jawab moral untuk kembali dan berkhidmat di tanah air.

"Program ini tersedia untuk bidang studi Adaby (Keagamaan), dengan total 20 kuota beasiswa yang akan diberikan kepada kader terpilih dari seluruh Indonesia," tulis keterangan resmi PP Muhammadiyah dalam dokumen sosialisasi tersebut. Hal ini mempertegas bahwa skema beasiswa pengabdian Muhammadiyah ini memang sangat kompetitif. Pasalnya, pendaftar harus bersaing secara ketat melalui tiga tahapan seleksi daring.

Selanjutnya, panitia menetapkan kriteria akademis dan spiritual yang sangat tinggi bagi setiap calon pendaftar. Calon mahasiswa wajib memiliki ijazah SMA atau sederajat tahun 2024-2026 dengan rata-rata nilai minimal 80 atau kategori baik sekali. Selain itu, penguasaan bahasa Arab dan hafalan Al-Qur'an menjadi standar mutlak dalam seleksi ini.

"Calon penerima beasiswa memiliki hafalan Al-Quran minimal 2 Juz dan memiliki kemampuan berbahasa Arab yang baik," bunyi poin persyaratan nomor lima dan enam. Syarat ini bertujuan agar mahasiswa tidak mengalami kendala saat mengikuti perkuliahan di Kairo nanti. Maka dari itu, persiapan matang sangat perlu dilakukan oleh para pelamar.

Namun, poin yang paling membedakan jalur ini adalah klausul mengenai masa depan lulusannya. Peserta yang lolos wajib menandatangani surat pernyataan kesediaan untuk ditempatkan di institusi pendidikan milik organisasi. Skema ini menjamin ketersediaan tenaga pendidik ahli agama yang memiliki standar internasional.

"Bersedia mengabdi di Pondok Pesantren Muhammadiyah pasca kelulusan dengan durasi waktu dan tempat pengabdian yang akan ditentukan oleh Tim Beasiswa Luar Negeri PP Muhammadiyah," tegas pengumuman tersebut pada poin ketujuh. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan akses pendidikan gratis. Program ini juga menjadi jembatan strategis bagi kader untuk membangun umat melalui jalur pendidikan.