Kembali
Detail News

Hadirkan Motivator Nasional, SMP Dimsa Bidik Perubahan Mindset Siswa Hadapi TKA

Admin • 2026-04-06

Bagikan ini
Facebook WhatsApp

SRAGEN – SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (Dimsa) mengambil langkah strategis dalam mempersiapkan siswanya menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2026. Tak hanya fokus pada aspek akademik, sekolah ini menekankan pentingnya perubahan mindset siswa agar lebih siap secara mental dan emosional saat menghadapi ujian.

Sebanyak 156 siswa kelas IX mengikuti seminar motivasi yang digelar pada Senin (6/4/2026) di Aula MA Dimsa. Kegiatan ini menghadirkan motivator nasional, Dr. Dinar Apriyanto, S.TP, M.Sc, yang membawakan materi penguatan mental, strategi belajar, serta kesiapan spiritual dalam menghadapi ujian.

Kepala SMP Dimsa, Wibowo Juli Saputro, menegaskan bahwa kesiapan siswa menghadapi ujian tidak cukup hanya dengan penguasaan materi.

“Banyak siswa sebenarnya mampu, tetapi merasa takut dan kurang percaya diri. Di sinilah pentingnya membangun mindset yang tepat,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Dinar menekankan bahwa kunci utama kesuksesan tidak hanya terletak pada kecerdasan, tetapi pada tiga hal fundamental, yakni visi, motivasi, dan aksi.

“Untuk sukses, kita harus punya visi yang jelas, motivasi yang kuat, dan aksi nyata. Tanpa aksi, semua hanya akan menjadi rencana,” tegasnya di hadapan para siswa.

Ia menjelaskan, visi menjadi arah yang menentukan tujuan belajar siswa, termasuk target nilai yang ingin dicapai dalam TKA. Sementara motivasi berperan sebagai energi yang menjaga semangat belajar tetap konsisten, terutama saat menghadapi rasa lelah atau jenuh.

Adapun aksi, menurutnya, merupakan faktor penentu yang paling nyata. Siswa didorong untuk segera menerjemahkan target menjadi langkah konkret, seperti menyusun jadwal belajar, berlatih soal, dan mengevaluasi kemampuan secara berkala.

Selain itu, Dr. Dinar juga mengajak siswa mengubah cara pandang terhadap ujian. Rasa takut yang selama ini dirasakan harus diubah menjadi energi positif agar mampu tampil optimal.

“Jangan takut ujian. Takut itu wajar, tapi harus kita kelola. Ujian adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik,” pesannya.

Dalam sesi materi, siswa juga dibekali berbagai strategi praktis, mulai dari teknik belajar efektif, manajemen waktu, hingga cara mengerjakan soal secara cerdas agar tidak mengalami kebuntuan saat ujian.

Pendekatan spiritual turut menjadi penekanan dalam kegiatan ini. Siswa diajak memahami pentingnya niat belajar sebagai ibadah, memperkuat doa, serta bertawakal setelah berusaha maksimal.

Sebagai tindak lanjut, setiap siswa diminta menyusun target nilai dan komitmen pribadi sebagai bentuk aksi nyata dari materi yang telah diterima. Langkah ini diharapkan mampu mendorong perubahan mental siswa dari pasif menjadi lebih terarah dan bertanggung jawab.

Pihak sekolah menargetkan lebih dari 80 persen siswa mampu menetapkan target pribadi dan menunjukkan peningkatan semangat belajar setelah kegiatan berlangsung.

Melalui seminar ini, SMP Dimsa berharap siswa tidak lagi memandang ujian sebagai momok menakutkan, melainkan sebagai tantangan yang siap ditaklukkan dengan visi yang jelas, motivasi yang kuat, dan aksi yang konsisten.