Kembali
Detail News

Kado Indah Ramadan, 5 Santri DIMSA Sragen Tuntaskan Hafalan 30 Juz Al-Qur’an

Admin • 2026-03-14

Bagikan ini
Facebook WhatsApp

SRAGEN - Sebanyak lima santriwan Pondok Pesantren DIMSA Sragen sukses menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an tepat pada malam Wisuda Tahfidz Ramadan 1447 H yang digelar khidmat di lingkungan pesantren, Kamis (13/3/2026).

Suasana penuh haru menyelimuti halaman Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (DIMSA) saat 149 santriwan dan santriwati mengikuti prosesi wisuda. Kehadiran orang tua yang menyaksikan langsung putra-putrinya membuat momen ini menjadi kado spiritual terindah di bulan suci.

Mudir Pondok Pesantren DIMSA, KH. Ali Rosyidhi, S.Pd., M.M, bersama Ustadz Wibowo Juli Saputro, M.Pd memimpin langsung jalannya wisuda. Acara yang diawali dengan khotmil Qur'an 30 juz oleh Ustadz Sabiq Muttaqin Al Mahmudi ini berlangsung sangat khusyuk.

Keberhasilan lima santriwan menuntaskan hafalan seluruh juz Al-Qur’an menjadi sorotan utama dalam agenda tahunan ini. Kelima santri berprestasi tersebut adalah Muhammad Faeyza Rafif Al Husayn, Muhammad Nizam Wistara, Althaf Hakim Baladraf, Fatan Sholeh Al Fuadi, dan Muhammad Galaxy Brillian.

“Keberhasilan para santri dalam menuntaskan hafalan Al-Qur’an merupakan buah dari ketekunan, kedisiplinan, serta bimbingan para asatidz,” ujar KH. Ali Rosyidhi. Beliau memberikan apresiasi tinggi atas kesungguhan para santri selama menempuh pendidikan di pesantren.

Selain hafalan penuh, pesantren juga memberikan penghargaan pada berbagai kategori pembinaan Ramadan. Khalid Ihsanudin (putra) mencetak rekor dengan 8 kali khataman tadarus, sementara Rizqa dari santriwati berhasil mencapai 6 kali khataman.

Apresiasi juga diberikan kepada Hamzah Nur (8C) dan Khansa Shabihah (9F) untuk kategori Resume Kajian Terlengkap. Sementara itu, Muh Royyan Alga Ramadhan sukses menambah hafalan sebanyak 11 juz, disusul Fatihah Ghaida Zahwa (11B) dengan total hafalan mencapai 17,5 juz.

KH. Ali Rosyidhi menegaskan bahwa Wisuda Tahfidz Ramadan 1447 H ini bukan sekadar seremoni. Program ini adalah komitmen Muhammadiyah dalam mencetak generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi bagi bangsa.

“Al-Qur’an tidak hanya untuk dihafalkan, tetapi juga harus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesan KH. Ali Rosyidhi dengan tegas di hadapan wali santri. Pesan ini menjadi pengingat penting bagi para lulusan untuk tetap menjaga moralitas Qurani di luar lingkungan pesantren.