Kembali
Detail News

Santri SMP DIMSA Ikuti Training Pengelolaan LPQ untuk Tingkatkan Kompetensi Mengajar Al-Qur'an

Admin • 2025-12-07

Bagikan ini
Facebook WhatsApp

Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi santri dalam bidang pendidikan Al-Qur'an, Santri SMP Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (Ponpes DIMSA) mengikuti kegiatan Training Pengelolaan LPQ (Lembaga Pendidikan Qur’an) yang diselenggarakan pada Sabtu–Ahad, 6–7 Desember 2025.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembekalan penting bagi santri agar mampu berperan aktif di masyarakat, khususnya dalam bidang dakwah dan pendidikan Al-Qur’an.

Pelaksanaan hari pertama dimulai pada Sabtu malam di Masjid Asrama Putra Ponpes DIMSA. Acara diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh tim MC dan dilanjutkan tilawah Al-Qur'an serta kontrak belajar. 

Dalam sambutannya, Ustadz Wibowo Juli Saputro, M.Pd., selaku pembuka kegiatan, menyampaikan pentingnya santri memiliki keterampilan nyata di tengah masyarakat.

“Santri bukan hanya belajar untuk diri sendiri, tetapi harus mampu hadir sebagai pemberi manfaat bagi umat. Salah satunya dengan kemampuan mengelola dan mengajarkan Al-Qur’an secara sistematis, efektif, dan mudah dipahami,” tegas beliau.

Materi pertama kemudian disampaikan oleh Ustadz Supri dengan tema “Manajemen Kurikulum Pengelolaan LPQ dan Muhasabah Diri”. Pada sesi ini, para santri diajak memahami struktur pembelajaran Al-Qur'an yang terencana serta pentingnya evaluasi diri dalam proses belajar mengajar. 

Pada hari kedua, Ahad 7 Desember 2025, para santri dibagi dalam dua kelompok antara santri putra dan santri putri yang ditempatkan di Masjid Putra dan Masjid Putri. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan dua materi inti yang berlangsung bergantian. 

Materi pertama diberikan oleh Kak Puji SDH dengan metode Bermain Cerita dan Menyanyi (BCM), sebuah pendekatan edukatif Qur’ani berbasis kreativitas yang menyenangkan bagi anak-anak.

Materi berikutnya diberikan oleh Ustadz Lamin Budiarso, S.Sos.I., M.S.I. dengan fokus pada Manajemen Kelas, membekali santri bagaimana mengelola dinamika kelas, penyampaian materi, hingga mengatasi tantangan selama proses pembelajaran.

Setelah ISHOMA, sesi dilanjutkan dengan pertukaran kelas dan kembali memperdalam dua materi praktik sebelumnya. 

Training ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk komitmen bahwa ilmu yang telah diberikan bukan hanya teori, tetapi siap diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran Al-Qur’an di masa mendatang. 

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi santri untuk menjadi pengajar Al-Qur’an yang terampil, profesional, dan berjiwa dakwah sehingga mampu menebar manfaat ketika kembali ke masyarakat maupun menjalankan amanah pendidikan di lingkungan pesantren