Kembali
Detail News

SMP Ponpes DIMSA Sragen Cetak Santri Unggul 'Pintar Ngaji, Pintar IT' Dukung Pembelajaran dengan Teknologi Virtual Reality

Admin • 2025-11-10

Bagikan ini
Facebook WhatsApp

SRAGEN – Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (DIMSA), yang telah berdiri sejak tahun 1989, kian membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan terdepan yang sukses mengintegrasikan ilmu umum dan ilmu agama secara inovatif. Melalui berbagai terobosan signifikan, SMP Ponpes DIMSA baru-baru ini menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Penghargaan dari Jawapos Radar Solo sebagai Top Sekolah Inovatif Pendidikan Integratif.

Lembaga Pendidikan dengan Akreditasi Peringkat A (Unggul) dengan nilai fantastis 97, berdasarkan SK BAN-SM Nomor 1453/BAN-SM/SK/2022 ini bukan hanya mendukung pertumbuhan spiritual, tetapi juga unggul dalam bidang akademik modern. Pencapaian ini sekaligus menegaskan komitmen DIMSA dalam menyediakan pendidikan berkualitas tinggi.

Kepala Sekolah SMP Ponpes DIMSA, Ustad Wibowo Juli Saputro, M.Pd., mengungkapkan bahwa DIMSA hadir sebagai terobosan baru di tengah masyarakat yang umumnya mengenal pondok pesantren fokus pada pengajian dan kitab kuning.

"Kita memang ingin keluar dari pakem pondok pesantren yang biasa, yang klasik atau kultural. Biar pandangan masyarakat bahwa ponpes itu tidak sekadar pondok klasik saja, tapi ada juga ponpes yang melangkah menjadi pondok modern. Maka kita gaungkan bahwa santri itu 'pintar ngaji, pintar IT'," tegas ujar Ustad Wibowo.

Sebagai perwujudan visi modern tersebut, Ponpes DIMSA mengambil langkah berani dengan mengenalkan dan mengunggulkan bidang Teknologi Informasi (IT). Fasilitas khusus berupa Kelas Cyber dibentuk untuk mewadahi minat dan bakat santri di bidang IT.

Materi yang diberikan di Kelas Cyber bukanlah kurikulum IT biasa, melainkan kurikulum yang berbeda dan khusus. Salah satu materi unggulannya adalah Virtual Reality (VR). "Anak belajar di dunia virtual/dunia maya. Anak tidak sekadar pakai, tapi anak mampu berkreasi. Baik membuat alatnya maupun membuat materi di dalamnya," jelas Ustad Wibowo.

Terobosan VR ini sudah berjalan selama tiga tahun secara bertahap dan menunjukkan progres positif. Tujuannya adalah menumbuhkan pembelajaran yang playful (menyenangkan), sehingga rasa senang untuk belajar menjadi motivasi utama. Selain VR, DIMSA juga membekali santri dengan materi  desain grafis, editing video, hingga AI (Artificial Intelligence).

"Ini menjadi motivasi kami di DIMSA ini semakin baik lagi, semakin banyak berinovasi dan tentunya bisa bermanfaat bagi umat dan santri-santri kami," ujarnya.